Makanan Khas Dari Padang Sumatera Barat

Makanan Khas Dari Padang Sumatera Barat

Makananringan.net – Berjalan-jalan ke kota Padang, Sumatera Barat, ada banyak hal yang bisa kita nikmati, seperti keindahan alam hingga bangunan-bangunan adatnya. Setelah usai menikmati itu semua, jangan sampai lupa untuk membeli makanan ringan khas Padang sebelum kembali pulang. Ada cukup banyak pilihan buah tangan yang bisa kamu beli, baik makanan ringan dalam bentuk makanan ataupun barang-barang seperti souvenir dan pernak pernik.

Jika kamu ingin membeli makanan ringan khas Padang yang tahan lama, kamu bisa memilih untuk membeli makanan ringan berbentuk souvenir, cinderamata, atau souvenir. Tapi apabila kamu ingin membawakan makanan ringan berupa makanan khas Padang, kamu harus cermat memperhitungkan apakah makanan tersebut sanggup bertahan hingga kamu sampai ke rumah. Berikut dibawah ini langsung saja kita bahas mengenai makanan khas dari padang sumatera barat :

➢ 1. Roti Randang
Menjadi makanan terlezat di dunia menurut survei yang dilakukan oleh CNNgo membuat nama rendang mencuat di pasaran, salah satunya Padang. Di sana terdapat produsen makanan ringan khas Padang Sumatera Barat dengan merek ‘Roti Randang Ninur’ yang beralamatkan di Jalan Proklamasi dengan berbagai olahan roti namun dicampur dengan lezatnya rendang.

Penggabungan kedua makanan tersebut tergolong unik dan agak berani, mengingat rasa rendang yang cenderung pedas berserat ditambah dengan roti yang lembut dan agak manis. Namun perpaduan ini nyatanya sukses menghasilkan olahan rendang baru namun punya rasa enak dan nikmat.

Pembuatan rendangnya telah dibuat sedemikian rupa sampai menghasilkan daging yang tidak berair seperti kebanyakan, dan yang penting minyaknya (lemak) terkurangi. Daging-daging tersebut dipilih dan digiling untuk menjadi varian roti ini, mulai dari roti rendang daging sapi, roti rendang daging ayam, dan ada yang unik, yaitu roti rendang kacang merah.

Satu roti rendang dihargai dengan harga cuma 6 ribu rupiah, padahal satu porsi ini sudah cukup untuk memenuhi angka kalori saat sarapan. Sedangkan ada roti rendang gulung yang dijual dengan harga 10 kali lipatnya, yaitu 60 ribu karena memiliki bentuk lebih besar dan isian lebih banyak.

➢ 2. Karak Kaliang
Karak kaliang merupakan kerupuk yang dibuat menggunakan bahan dasar ubi kayu berbentuk angka delapan dengan warna khas kuning. Cara pembuatan makanan ringan khas Padang yang enak ini adalah dengan mengambil ubi kayu lalu dikupas kulitnya, habis itu ubi harus dicuci sampai bersih dan diparut sampai menghasilkan tepung ubi.

Untuk memberikan cita rasa gurih dan asin, maka perlu ditambahkan dengan bawang putih dan garam secukupnya pada adonan tadi. Adonan tadi diaduk dan diuleni sampai kalis sebelum dibentuk angka delapan yang nantinya digoreng pada minyak panas.

Jika kamu ingin mendapatkan makanan ringan khas Padang Sumbar ini dengan harga yang murah, kamu bisa langsung menuju pabrik pembuatannya di Kota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota. Harga di pabrik pembuatannya, hanya Rp5 ribu satu kemasannya dan bisa disantap sebagai cemilan atau pelengkap makan bakso maupun nasi goreng.

➢ 3. Kerupuk Jangek
Kerupuk adalah makanan yang paling tepat sebagai teman makan makanan apapun, mulai dari bakso, soto, nasi goreng, hingga dimakan sebagai cemilan juga enak. Sehingga warga Andalas mengeluarkan dan membuat produk kerupuk dari kulit kerbau ataupun kulit sapi menjadi kerupuk jangek dengan cita rasa renyah sebagai makanan ringan cemilan khas Padang.

Bentuk dari kerupuk ini sangatlah beragam, ada yang kotak memanjang, persegi, hingga bentuk lain. Pembuatannya juga sangat mudah, yang diperlukan hanyalah kulit sapi atau kerbau, garam, dan minyak goreng, serta panas matahari. Caranya adalah dengan menjemur kulit hewan berkaki empat tadi sampai bersih lalu direbus sampai kulit tadi benar-benar empuk dan bulu-bulunya sedikit demi sedikit hilang.

Setelah itu baru bisa dipotong kecil-kecil sesuai selera dan diberi taburan garam yang nantinya akan dijemur dibawah sinar matahari selama 3 sampai 7 hari. Terakhir saat kulit benar-benar kering, selanjutnya adalah menggorengnya. Rasa dari makanan ringan makanan khas Padang ini gurih dan renyah, sangat tepat bila disantap kapanpun dan dimanapun.

➢ 4. Rendang Telur Kering
Rendang adalah olahan yang identik dengan daging, entah itu dibuat dari daging sapi maupun daging ayam yang punya cita rasa enak. Namun bagaimana jika jadinya rendang dibuat dengan telur? Mungkin banyak yang berpikir rendang telur memiliki bentuk seperti telur, namun itu salah besar, karena rendang telur lebih mirip dengan keripik.

Rendang telur yang renyah itu dibuat menggunakan tepung terigu, telur ayam, garam, daun salam, batang serai, daun jeruk, santan, dan air. Selain bumbu tersebut, masakan ini juga kaya akan rempah-rempah khas tanah air, meliputi kunyit, cabai merah, bawang putih dan merah, lengkuas, jahe, gula, garam, merica, dan ketumbar yang nantinya akan dibuat menjadi bumbu halus.

Rendang khas Minangkabau khusunya Payakumbuh ini memiliki rasa yang pedas berkat adanya cabai merah, namun akan sangat renyah di mulut. Harga 1 kg kemasan dengan isi rendang telur dihargai Rp70 ribu, yang 800 gram, 60 ribu. Ada juga kemasan 400 gram (34.000), dan yang paling kecil 200 gram cuma 20.000.

Baca Juga  : Makanan Ringan Khas Dari Kota Lombok

➢ 5. Karupuak Sanjai
Karupuak sanjai adalah panganan sejenis keripik yang dibuat menggunakan singkong khas Bukittinggi. Nama Sanjai sendiri diambil dari nama jalan di desa Manggis, Manggis Gantiang Sanjai, yaitu Jalan Sanjai karena tepat di alamat itulah, dulunya pembuat karupuak sanjai berasal dan di sekitar tempat itu kerupuk ini dipasarkan.

Terdapat 3 varian rasa keripik ini, mulai dari keripik tawar, yang tidak menggunakan bumbu, asin dengan warnanya yang kuning, dan terakhir pedas atau keripik balado. Keripik asin dibuat menggunakan bumbu-bumbu bawang putih, garam, dan kunyit yang membuatnya memiliki warna kuning. Sedangkan keripik balado dibuat dengan bawang merah, bawang putih, gula pasir, dan yang utama cabai.

Di kawasan asalnya, yaitu jalan Sanjai kini terdapat puluhan produsen pembuat karupuak sanjai yang dapat dikunjungi untuk membelinya dengan harga miring. Apalagi di beberapa tempat produksi, ada yang membuat inovasi keripik dengan menciptakan stik keripik dan keripik berbumbu cabai kering.

➢ 6. Rendang Runtiah
Terdapat banyak sekali olahan rendang di Sumatera Barat, salah satunya adalah rendang Runtiah atau biasa disebut juga dengan rendang suwir. Perbedaan rendang ini dengan rendang yang selama ini kita kenal adalah pada bagian dagingnya yang disuwir memanjang, padahal biasanya dagingnya disajikan secara utuh kecil-kecil.

Selain itu, perbedaan lain yang mencolok adalah rendang ini lebih renyah dengan kadar air lebih sedikit dengan daging yang kering. Dengan daging kecil itulah yang membuatnya mudah untuk dimakan sebagai lauk pada nasi. Bumbu utama pembuatan rendang ini adalah suwiran daging sapi yang sebelumnya telah direbus, santan, cabai merah, jahe, daun serai, bawang putih, dan lengkuas, serta rempah lain tergantung resep pembuatnya.

Salah satu penjual rendang runtiah adalah Rendang ‘Nikmat’ yang berasal dari Payakumbuh. Yang membedakan rendang buatan produsen yang telah ada sejak tahun 2002 itu dengan rendang-rendang suwir lain adalah penggunaan santan dari 20 kelapa untuk memberi bumbu 1 kg daging sapi. Rasa yang dihasilkan sudah pasti lebih terasa di mulut karena santan akan meresap sampai ke dalam daging.

➢ 7. Rendang Paru
Masih seputar olahan rendang yang menjadi makanan terlezat nomor satu menurut CNN. Kali ini ada jenis rendang dengan nama rendang paru yang dibuat menggunakan bahan dasar paru-paru sapi. Rendang yang biasanya dibuat dengan daging sapi, justru pada rendang paru pembuatannya dengan paru-parunya, hal inilah yang membedakannya dengan rendang yang umum dijumpai.

Selain itu, cara memasaknya membutuhkan waktu lebih lama dan bumbunya, khusunya santan harus diberi takaran yang lebih banyak, sampai 1,5 kali lebih banyak. Sama halnya dengan rendang runtiah, rendang paru juga diproduksi oleh produsen yang sama, yaitu rendang ‘Nikmat’ yang berada di kota Payakumbuh, tepatnya di Jl. Soekarno Hatta No.37, Balai Nan Duo.

Selain berbeda pada bahan dan bumbu, ada perbedaan lain yang mencolok antara rendang konvensional dengan olahan dari paru ini, karena rasa dari rendang ini lebih keras dengan aroma yang berbeda pula. Dengan cita rasa pedas khas rendang, panganan ini bisa menjadi alternatif bagi orang-orang yang telah bosan dengan rendang yang lazim ditemukan.