Teori Konspirasi di Balik Penyakit yang Mematikan

Teori Konspirasi di Balik Penyakit yang Mematikan – Saat ini sudah semakin banyak jenis penyakit yang dapat membuat orang merasa pusing dan tidak mengerti. Selama beberapa bulan terakhir kita digemparkan dengan wabah Novel Coronavirus (COVID-19) yang telah menyebar ke lebih dari 172 negara di seluruh dunia. Oleh karena itu, COVID-19 resmi ditetapkan sebagai pandemi oleh WHO pada 11 Maret lalu. Periode isolasi pun wajib diberlakukan di setiap negara yang terjangkit, terlebih dengan kasus kematian yang tinggi.

Teori Konspirasi di Balik Penyakit yang Mematikan

1. Demam berdarah
Penyakit ini memang terkenal karena telah merenggut banyak nyawa, terutama di negara-negara tropis seperti Indonesia. Namun pada tahun 2019, demam berdarah melanda di beberapa negara Afrika chriscoello dan Timur Tengah dengan negara Pantai Gading dan Pulau Réunion dengan tingkat infeksi tertinggi.

Para ilmuwan sendiri sudah berusaha memerangi demam berdarah dengan bantuan Wolbachia, bakteri yang dapat menghentikan virus Aedes aegypti untuk bereproduksi di dalam nyamuk. Dengan menginfeksi nyamuk dengan Wolbachia, para ilmuwan berharap untuk menekan penyebaran penyakit ini di masa mendatang.

Terlepas dari upaya besar untuk menghentikan wabah ini, teori konspirasi tentang Wolbachia muncul. Melansir dari laman Fortune, teori utamanya adalah bahwa alih-alih memerangi wabah demam berdarah, Wolbachia justru menciptakan lebih banyak masalah dengan meningkatkan kemungkinan infeksi virus pada manusia.

Teori aneh lainnya menuduh Bill Gates, menyebutkan kalau ia telah memanfaatkan Wolbachia untuk mengurangi jumlah populasi Bumi.

2. Infeksi virus Nipah
Infeksi virus Nipah disebabkan oleh paparan hewan yang terinfeksi seperti babi atau buah yang sudah terlebih dulu dimakan oleh kelelawar. Virus ini juga dapat menyebar dari manusia ke manusia. Gejala-gejala virus ini termasuk demam, sakit kepala dan kesulitan bernapas, di mana komplikasinya dapat menyebabkan kejang dan radang otak Pada tahun 2018, wabah virus Nipah di Kerala, India, merenggut 17 nyawa. Setelah ditelusuri, wabah ini berasal dari kelelawar buah. Namun sebuah kasus baru dilaporkan di Kochi, India, pada 4 Juni 2019, walau orang yang terjangkit berhasil sembuh dan tidak ada kasus baru yang dilaporkan sejak itu.

Namun, seorang ahli teori konspirasi mulai menyebarkan desas-desus kalau virus itu adalah “tipuan” dari perusahaan obat untuk meningkatkan penjualan mereka. Melansir dari The News Minute, ia juga menyiratkan kalau pemerintah dan perusahaan-perusahaan farmasi bekerja sama untuk memperoleh keuntungan.

Ahli teori konspirasi yang sama juga menyebutkan klaim tentang fakta kalau kelelawar buah telah menularkan virus Nipah sebagai hoaks. Ia mengatakan kalau orang-orang tidak perlu pergi ke rumah sakit jika mereka memiliki gejala. Sebaliknya, mereka harus mengubah diet makanan dan minum lebih banyak air.

3. H1N1
Diperkirakan kalau pandemi virus H1N1 (flu babi) pada tahun 2009 telah menewaskan lebih dari 500.000 orang di seluruh dunia. Sementara pandemi ini dinyatakan berakhir pada 10 Agustus 2010, H1N1 tetap muncul setiap tahun sebagai virus flu musiman. Pada Oktober 2009, Billy Corgan, vokalis Smashing Pumpkins, menyatakan kalau dia percaya kalau virus itu diciptakan oleh seseorang untuk menakut-nakuti warga biasa. Billy mencurigai pernyataan Presiden Barack Obama tentang keadaan darurat nasional, menganggap kalau hal itu tidak perlu dan bukan cerminan sebenarnya dari situasi saat itu.

Billy juga mengatakan kalau dia akan melewatkan segala bentuk imunisasi H1N1 karena dia tidak mempercayai siapa pun yang membuat vaksinnya. Teori konspirasi lain mengatakan kalau WHO berkonspirasi dengan perusahaan obat untuk menciptakan “tipuan flu babi” untuk memicu kepanikan di seluruh dunia.